Dua hari yang lalu, seorang teman kantor saya datang bersama anak laki-lakinya yang berusia 2 tahun. Hari itu, bocah bermata bulat bernama Reva itu sedang memperingati hari lahirnya. Tak ada yang istimewa pada hari itu. Teman saya hanya mengajak anaknya menyalami teman-teman sekantor, menyuapinya kue bolu meranti, minun dan pulang. Saya sendiri bingung mau memberikan apa sebagai kado karena kedatangannya mendadak.Tak lama, teman saya dan anaknya pulang diantar seorang teman kantor saya yang lain.
Beberapa jam kemudian, teman saya yang anaknya sedang memperingati hari lahir datang lagi. Kali ini, ia datang dengan membawa dua kotak nasi uduk.
Sambil makan siang, kami bercengkerama. Ia bercerita mengenai alasannya mengajak Reva ke kantor hari itu. Alasannya, ia ingin memberikan kado kepada anaknya. Dan, itu berupa pelajaran moral. Jadi, pagi itu, Reva pergi ke kantor Sang Mama dengan mengendarai angkot. Tak takut, ia hanya sedikit bingung. Dan, sisanya Reva sangat menikmati perjalanan itu. Alasan teman saya melakukan itu sederhana saja. Ia bilang, agar si anak bisa lebih peka dengan lingkungannya dan tahu seperti apa rasanya menjadi orang lain yang tidak pernah merasakan nikmatnya berkendara dengan mobil pribadi.
Hah, saya terharu mendengarnya. Saya belum pernah mendengar seorang ibu mempunyai ide mulia seperti itu sebelumnya. Saya jadi berpikir, mungkin sudah seharusnya ibu-ibu zaman sekarang mulai memikirkan hal ini sebagai ungkapan kasih sayang mereka terhadap anak saat memperingati hari lahir. Ayo ciptakan generasi berbudi. Love you Mama Mitha!










